إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً , وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ
Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan, wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
Wahai Tuhan ku tak layak ke surgaMu, Juga tak mampu menahan siksa neraka
My God, I certainly do not deserve to enter Paradise, and I definitely do not possess the ability to endure the fires of Hell
فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ , فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ العَظِيْم
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii, fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi
Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar
So allow me to repent (sincerely) and forgive all my sins, for You are surely the Forgiver of all sins
ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ , فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ
Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali, fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali
Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan
My sins exceed in number the grains of sand that line the shores of the sea. So allow me to repent, O Majestic Lord who possesses all Glory
وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ , وَذَنْبيِ زَئِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ
Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi, wa dzambii zaa-idun kaifah timaali
Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya
My lifetime decreases every passing day, while my sins keep increasing helplessly, how am I supposed to bear it?
إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ , مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka, muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka
Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu
My God, this sinful servant of Yours is turning to You (for salvation), verily, I have sinned and so I implore You (for Your forgiveness).
فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ , فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ
Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun, ca in tathrud faman narjuu siwaaka
Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?
You forgive for You are the All-Forgiving. If You refuse, to whom else should I seek but You?
Turned out, ini adalah syair terakhir dari Abu Nawas atau Abu Nuwas, the greatest Arab poets of his time. Selain terkenal sebagai seorang penyair luar biasa, Abu Nawas adalah orang yang gemar minum-minuman keras dan mengucapkan hal-hal yang tidak senonoh, bahkan ia mengarang syair dan bernyanyi tentang hal-hal yang tidak pantas. Namun, ia mengalami perubahan dan bertaubat kepada Tuhan. Orang-orang terkejut—Abu Nawas, siapa yang terkenal pemabuk? Abu Nawas yang cabul itu? Mereka seolah-olah percaya bahwa Allah tidak akan mengampuninya dan bahwa Allah tidak akan mengasihaninya. Jadi dia menulis syair puisi dan syair ini ditemukan di bawah tempat tidur tempat dia meninggal.
Berikut adalah karya aslinya, The Repentance of Abu Nuwas yang kemudian disadur ke banyak format:
يارب إن عظمت ذنوبي كثرة / فلقد علمت بأن عفوك أعظم
إن كان لا يرجوك إلا محسن / فبمن يلوذ ويستجير المجرم
أدعوك ربي كما أمرت تضرعا / فإذا رددت يدي فمن ذا يرحم
مالى إليك وسيلة إلا الرجاء / وجميل عفوك ثم أني مسلم
O my Lord, if the greatness of my sins increase, then I know that Your forgiveness is greater
If only the righteous called on You, then who would the criminal go to?
I call on You my Lord, as you commanded, with reverence, And if You turn my hands away, then who else will have mercy?
I have no way to you except that of hope. And the beauty of your forgiveness and then the fact that I am a Muslim
Syair ini begitu syahdu untuk dilantunkan ketika selesai melakukan shalat taubat di sepertiga malam, kata-katanya terdengar pas untuk menyampaikan keinginan memohon ampunan kepada Allah SWT, despite ini adalah syair seorang drunkard yang hidup dengan penuh kegilaan duniawi. Aku sendiri, jelas bukan seorang alim, banyak juga dosa dan hal-hal kurang baik yang sudah kulakukan, jadi nggak ada salahnya pinjam syair yang indah ini untuk bermuhasabah sama yang kasih kita hidup di dunia.
0 comments